TEKNIK PENULISAN RESENSI
Menulis bagi mahasiswa ibarat berenang bagi ikan. Tidak bisa tidak ikan harus berenang, mahasiswa pun mau tidak mau harus menulis. Ikan berenang untuk medapatkan makanan dan mempertahankan hidup, demikian halnya dengan mahasiswa, ia harus bersedia menulis agar sanggup menambah pengetahuan dan wawasan.
Menulis pada dasarnya adalah mengungkapkan gagasan atau pikiran ke dalam bahasa tulis. Orang hanya mungkin menulis bilamana mempunyai bahan yang cukup di dalam pikirannya. Agar mempunyai bahan yang memadai, seseorang diharuskan banyak menyerap, baik melalui cara mendengar ataupun membaca tulisan orang lain. Semakin banyak seseorang tertuntut untuk menulis, semakin banyak pula ia harus sering mendengar dan membaca. Di sinilah letak hubungan antara menulis dengan bertambahnya pengetahuan dan wawasan.
Salah satu aktivitas menulis yang secara langsung dapat menambah pengetahuan dan wawasan adalah menulis jenis reproduksi, suatu penulisan yang bertolak dari sesuatu karya atau buku. Ada tiga bentuk tulisan jenis ini, yakni ringkasan, ikhtisar, dan resensi.
Ringkasan adalah karya reproduksi untuk menyajikan karangan panjang dalam bentuk singkat. Dalam ringkasan, keindahan gaya bahasa, ilustrasi serta penjelasan yang rinci dihilangkan, sedangkan inti karangan dibiarkan tanpa hiasan. Walaupun dalam bentuk ringkas, namun tulisan ini tetap mempertahan-kan urutan pikiran, sudut pandang, bahkan proporsi bagian-bagian yang disajikan pengarang secara asli.
Sebaliknya, dalam ikhtisar tidak perlu mempertahankan urutan karangan asli. Penulis ikhtisar dapat langsung mengemukakan inti atau pokok masalah dan pemecahannya. Untuk ilustrasi, beberapa bagian atau isi dari beberapa bagian dapat diberikan untuk menjelaskan inti atau pokok masalah, sementara bagian yang kurang penting dapat diabaikan.
Adapun resensi serupa dengan ikhtisar, hanya saja telah ditambah dengan ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku. Artinya, penulisan resensi harus memberikan penilaian terhadap karya atau buku yang diresensi.