PENULISAN HADITS ABAD KE 3 SAMPAI KE 4
Di abad ke3 Hijriyah ini merupakan zaman keemasan sejarah dalam pengumpulan hadits. Pada abad ini muncul sejumlah ulama dan kritikus hadis terkemuka. Pada masa ini pula terbit enam kitab hadis yang tidak asing lagi bagi kita. Keenam kitab tersebut menjadi pegangan utama bagi ulama fiqh, sastrawan, ahli pendidikan dan psikolog untuk mendukung disiplin ilmu mereka. Pada abad ini pula sistematika penulisan hadits terlihat lebih maju. Karena pada masa ini ada sejumlah pengarang hadits dengan sistematika bab-bab seperti yang ada dalam kitab fiqh. Diantara penulis yang mengikuti cara ini adalah:
1. Orang yang hanya mengumpulkan hadits sahih saja, seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim.
2. Di samping memuat hadits sahih, juga memasukkan hadits hasan, bahkan hadits dla’if sekalipun. Akan tetapi hadits yang disusun semacam ini terdapat penjelasan sanad dan matan. Kitab hadits yang disusun seperti ini dilakukan oleh penghimpun Al-Sunan Al-Arba’ah: Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majjah.
Diantara ulama hadits yang tersohor pada masa ini adalah enam Imam hadits:
1. Imam Bukhori.
Beliau adalah Amir al-Mukminin dalam hadits, dia bernama Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin ibrohim Bin Mughirah bin Bardizbah. Beliau dilahirkan 13 Syawal 194 H, wafat malam idul fitri tahun 256 H. Karena keluasan ilmu dan kekuatan hafalannya dia dijuluki Imam al-Muhaddisin.
2. Imam Muslim.
Nama lengkap beliau adalah Imam abdul Husain bin al–Hajjaj bin Muslim. Dia dilahirkan Naisabur tahun 206 H wafat tahun 261 H. Beliau adalah imam hadits kedua setelah Imam Bukhari. Menurut sebagian ulama Maghribi dan Abu Muhammad bin Hazm al-Dzahiri kitab yang dikarang oleh beliau lebih utama dibandingkan dengan Sahih Bukhari. Hal ini dikarenakan ada beberapa hal yang membuat kitab Sahih Muslim lebih diutamakan antara lain:
1. Karena kebagusan susunannya yang teratur.
2. Hadits yang teriwayatkannya sejalan dan dalam satu tema dikumpulkan dalam satu tempat, tanpa memotong hadits ke dalam bab lain.
3. Hadits yang diriwayatkan hanya hadits marfu’ dan tidak meriwayatkan hadits mauquf dan muallaq.
Jika mereka mengutamakan Sahih Muslim karena beberapa hal berdasarkan syarat-syarat kesahihan hadits kami tidak sependapat. Walaupun begitu kitab Sahih Bukhori dan Muslim merupakan kitab paling sahih yang pernah ditulis oleh imam hadits. Pengarangnya telah memberikan sumbangan yang luar biasa besarnya kepada agama. Oleh karena itu kita patut bersyukur dengan menghormati mereka atas jasanya yang tidak dipungkiri lagi.
3. Imam Abu Daud
Nama lengkap beliau adalah Sulaiman bin al-Syas bin Ishak Basyir bin Syidad bin Amir al-Azdi al-Sistani, dia dilahirkan tahun 202 H wafat 275 H. Hadits yang ditulis oleh beliau tidak hanya memasukkan hadits sahih saja, akan tetapi memasukkan hadits hasan dan dla’if. Dalam kitab yang dikarang oleh beliau terkenal sebagai kitab hakim
4. Imam Tirmidzi
Beliau lahir pada malam senin 13 Rajab tahun 209 H dan wafat tahun 279H. Metode yang digunakan beliau dalam menulis hadits adalah apapun yang diamalkan oleh ahli fiqh maka oleh beliau diriwayatkan. Oleh karena itu beliau meriwayatkan hadits baik yang hasan, dloif, gorib dan muallal dengan disertai penjelasan sesuai dengan derajad haditsnya.
5. Imam Nasai
Beliau lahir pada tahun 215 H dan wafat tahun 303 H dalam kitab beliau yang bernama Sunan Nasai hampir sama dengan kitab hadits bukhori dan Muslim dengan artian yang ditulis di dalamnya adalah hadits yang sahih meskipun ada sedikit hadits yang dla’if.
6. Imam ibnu Majjah
Beliau lahir pada tahun 209 H dan wafat tahun 273 H. dari kelima kitab hadits kitab karangan beliau yang menempati urutan yang keenam. Hal ini karena ada sebagian ulama yang tidak mengikutsertakan kitab karangan Imam Ibnu Majjah ke dalam kitab hadits pokok.